June 25, 2020

30 Tahun Menanti, Liverpool Akhirnya Juara Liga!

Liverpool menyudahi penantian panjang akan gelar Liga Primer Inggris menyusul kekalahan 2-1 yang dialami Manchester City di markas Chelsea, Jumat (26/6) dini hari WIB, dan sekarang mereka tidak lagi terkejar di puncak.

Ini adalah gelar liga pertama bagi The Reds sejak 1990, sekaligus menjadi yang pertama di era Liga Primer. Lebih dari itu, manajer Jurgen Klopp merupakan pria Jerman pertama yang berhasil memenangkan kompetisi di level tertinggi Inggris.

Adapun di pertandingan yang berlangsung di Stamford Brige semalam, Chelsea mempimpin terlebih dahulu lewat gol Christian Pulisic di babak pertama, sebelum Kevin De Bruyne menyamakannya di paruh kedua untuk membuka asa pasukan Pep Guardiola.

Akan tetapi, kartu merah yang diterima Fernandinho menghasilkan penalti yang dikonversi dengan dingin oleh Willian demi memenangkan pertandingan di 12 menit jelang bubaran, dan itu menjadi ‘hadiah’ buat Liverpool.

Dengan tujuh pertandingan tersisa, Liverpool adalah klub paling cepat yang pernah memenangkan gelar Liga Primer, dan dalam melakukannya pasukan Klopp melampaui prestasi Manchester United pada 2000/01 dan ‘tim centurion’ Manchester City 2017/18. Kedua tim tersebut meraih liga dengan lima pertandingan tersisa.

Sebelum bentrok Chelsea dan City di London, Liverpool telah mendekatkan diri ke ambang gelar lewat kemenangna telak 4-0 atas Crystal Palace di Anfield pada Kamis (25/5) dini hari WIB kemarin, dan keunggulan 23 poin yang mereka nikmati di puncak klasemen adalah yang terbesar yang pernah dipegang oleh seorang juara dalam sejarah kompetisi teratas di Inggris.

Tim arahan Klopp sekarang berpotensi untuk menulis lebih banyak sejarah. Mereka membutuhkan 15 poin dari tujuh pertandingan terakhir mereka untuk mencetak rekor total poin baru, dan juga bisa menjadi tim pertama yang memenangkan setiap pertandingan kandang dalam satu musim.

Mereka akan diperlakukan istimewa di pertandingan berikutnya sebagaimana pemain lawan diwajibkan melakukan ‘guard of honour’, yang secara kebetulan datang melawan City di Etihad Stadium, Kamis depan. Tim Guardiola, yang menjadi juara di dua musim terakhir, tidak mampu menyamai penampilan luar biasa Liverpool di gelaran kali ini.

Laju kencang diraih pasukan Klopp sejak awal, dengan mereka memenangkan semua delapan pertandingan pembuka liga untuk membuka celah yang signifikan dalam upaya meraih trofi.

Rentetan kemenangan itu berakhir dengan hasil imbang di markas Manchester United pada Oktober, tetapi mereka menanggapi kemunduran itu dengan cara yang luar biasa, memenangkan 18 pertandingan liga berikutnya – termasuk kemenangan 3-1 atas City pada November dan 4-0 atas tim urutan kedua Leicester City pada Boxing Day.

Ketika mereka menang 2-0 di markas West Ham United pada 29 Januari, Liverpool telah mencapai sejarah lain. Untuk pertama kalinya, mereka telah mengalahkan setiap tim di satu musim liga papan atas. Kehebatan mereka tak terbantahkan.

Pada titik itu, harapannya adalah mereka dapat menyamai ‘Invincibles’ Arsenal pada 2003/04 dan melalui seluruh kampanye liga dengan tidak terkalahkan, tetapi kekalahan mengejutkan 3-0 dari Watford pada akhir Februari membuyarkan itu.

Kemudian muncul gangguan dalam upaya mereka mengejar gelar Liga Primer pertama lantaran kompetisi ditangguhkan pada Maret imbas pandemi virus corona. Liverpool waktu itu unggul 25 poin saat jeda dan hanya membutuhkan enam poin lagi untuk menjadi juara.

Mereka dibuat menunggu ketika dunia menerima dampak dari Covid-19. Meski ada desakan untuk membatalkan musim Liga Primer, Klopp dan timnya mampu mempertahankan fokus sepanjang periode lockdown, hingga akhirnya kembali beraksi pada Minggu lalu dengan hasil imbang tanpa gol di Everton.

Hasil imbang itu membuat beberapa orang bertanya-tanya, yang tidak masuk akal, soal apakah mereka mungkin mulai goyah jelang finis, tetapi mereka meresponsnya pada Kamis dini hari WIB kemarin dengan menggasak Palace empat gol tanpa balas.

Kemudian, 24 jam berselang, datanglah saat konfirmasi. Klopp, Goal memahami, menonton pertandingan dari rumah ketika City gagal mengalahkan Chelsea yang berada di urutan keempat, dan timnya dinobatkan sebagai juara di akhir partai tersebut.